Sabtu, 22 September 2012

Pengertian Gulma Kelapa Sawit


Otang Kuda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
?Jotang kuda
Synedrella nodiflora
Synedrella nodiflora
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Plantae
(tidak termasuk)Eudicots
(tidak termasuk)Asterids
Ordo:Asterales
Famili:Asteraceae
Genus:Synedrella
Spesies:S. nodiflora
Nama binomial
Synedrella nodiflora
(L.) J. Gaertner
Jotang kuda (Synedrella nodiflora) adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae. Berbau agak keras, sedikit menyerupai bau kambing, tumbuhan ini juga dikenal sebagai babadotan lalakijukut berak kambing atau jukut gendreng (Sd.); bruwan, gletang warak, krasuk, atau serunen (Jw.); serta gofu makeang (Ternate)[1]. Berasal dari Amerika tropis, jotang kuda kini telah menjadi tumbuhan pengganggu yang paling umum di Jawa; khususnya di tempat-tempat yang sedikit terlindung[2].

Terna semusim, tegak atau berbaring pada pangkalnya, bercabang menggarpu berulang-ulang; tinggi hingga 1,5 mDaun-daunberhadapan; dengan tangkai bentuk talang, 0,5–5,5 cm, tangkai dari pasangan daun yang sama dihubungkan dengan tepi yang sempit, dengan banyak rambut di sekitarnya. Helai daun bundar telur memanjang, 2,5–15 × 1–9 cm; pangkal daun menyempit sepanjang tangkai, ujung daun runcing, sementara tepinya bergerigi lemah, dan berambut di kedua permukaannya.[2]Pemerian botanis


Bongkol bunga terminal
Bunga majemuk dalam bongkol kecil, panjang 8–10 mm, duduk atau bertangkai pendek, berisi 10–20 bunga yang berjejal-jejal; terletak terminal atau di ketiak daun, 1-7 bongkol bersama-sama. Daun pelindung bundar telur memanjang, berujung runcing, berambut kaku. Bunga tepi 4–8 buah, dengan pita kuning bertaju 2–3, lk 2 mm panjangnya. Bunga cakram serupa tabung, 6–18 buah, kuning muda dengan taju kuning cerah. Tabung kepala sari coklat kehitaman. Buah keras dengan dua macam bentuk: buah dari bunga tepi sangat pipih, bersayap dan bergerigi runcing di tepi dan ujungnya; sementara buah dari bunga cakram sempit panjang, dengan 2–4 jarum di ujungnya. Panjang buah lk. 0,5 cm.[3][2]

[sunting]Penyebaran dan ekologi


Perawakan
Jotang kuda tercatat pertama kalinya di Jawa pada 1888; dan kini telah menyebar luas di seluruh Indonesia. Tumbuhan ini menyenangi tempat-tempat yang sedikit ternaungi, dan lebih jarang, pada tempat yang hampir selalu disinari matahari. Jotang kuda tidak menyukai penggenangan. Kerap ditemukan di perkebunanpekarangan; tepi-tepi jalan, pagar, dan saluran air; padang; dan tanah-tanah terlantar.[3]

[sunting]Kegunaan

Daun yang muda kadang-kadang dimanfaatkan sebagai lalab. Daun yang digiling halus bersama daun bandotan (Ageratum conyzoides), daun cente manis (Lantana camara), dan kapur sirih, dioleskan untuk menghangatkan perut yang sakit. Tumbuhan ini juga digunakan sebagai obat gosok untuk meringankan rematik.[1]


HARENDONG BULU (Clidemia hirta (L.) D. Don.)


Botani
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Myrtales
Family: Melastomataceae
Genus: Clidemia
Species: Clidemia hirta (L.) D. Don

Deskripsi
Habitus : Perdu, yang tegak dan naik dengan tinggi 0,5-2 meter.

Batang : Berkayu, bulat, berbufu rapat atau bersisik, percabangan simpodial, coklat.

Daun : Tunggal.bulat telur, panjang 2-20 m, lebar 1-8 cm, berhadapan, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berbulu, hijau.


Bunga : Majemuk, kelopak berlekatan, berbulu, bagian ujung pendek dari pangkal, ujung meruncing, daun pelindung bersisik, ungu kemerahan, benang sari delapan sampai dua belas, panjang ± 3 cm, merah muda, putik satu, kepala putik berbintik hijau, bakal buah beruang empat sampai enam, mahkota lima, bulat telur, ungu dan putih.

Buah : Buni, bulat telur, ungu.


Biji : Kecil, ungu.

Akar : Tunggang, coklat.

Distribusi/Penyebaran : Terdapat di seluruh Indonesia, terutama di pinggir-pinggir hutan, semak belukar dan tepi jurang

Habitat : Tumbuh di dataran rendah hingga kurang lebih 1.500 m dpl..
Penggunaan
·      Pencuci luka bernanah
·      Menghentikan pendarahan pada luka sayat
·      Daun : Pencuci luka bernanah yang menahun. Caranya : Ambil beberapa lembar daun, kemudian diremas-remas dan disap-usapkan sambil mandi atau dicuci pada luka. Ulangi beberapa kali dalam seminggu. Daun ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan lendir ikan saat membersihkan atau penghilang rasa pahit pada daun pepaya atau pepaya muda sebelum dimakan.

Manfaat tumbuhan dalam keadaan darurat : Buah harendong bulu yang sudah masak berwarna ungu merupakan makanan ringan di perjalanan yang berasa manis
Cina:pu shu tsao
Jepang:haikibi
Panicum repens

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Commelinidae
                         Ordo: Poales
                             Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
                                 Genus: Panicum
                                     Spesies: Panicum repens L.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar